Hidup tidak boleh Sederhana

SederhanaHidup nggak boleh sederhana.

Hidup mesti hebat, dahsyat, dan luar biasa!

Prestasi, banyak. Bisnis, banyak. Harta, banyak. Manfaat, banyak. Amal, banyak. Yang sederhana itu sikapnya. Right?

Salah satu contoh orang yang sangat kaya yang masih tinggal di rumah yang sangat sederhana adalah Warren Buffet. Ia memilih tetap tinggal di rumah yang dibelinya pada 1958 seharga US$ 31.500.

Padahal ia termasuk dalam 5 besar orang terkaya di dunia, jauh melampaui raja-raja di Jazirah Arab dan Sultan Brunei. Bisa saja Warren Buffett membeli istana atau kastil, namun itu tidak dia lakukan.

Meskipun mengantongi kekayaan bersih dalam jumlah miliaran dolar (triliunan rupiah), tetapi ia tidak pernah memiliki hasrat untuk pindah ke rumah yang lebih besar. Demikianlah sikapnya terhadap rumah. Boro-boro sampai koleksi kapal pesiar dan mobil sport.

Nah, itu soal rumah. Bagaimana dengan dana tunai? Peganglah dana tunai untuk apa-apa yang dibutuhkan saja. Jika Anda memiliki kekayaan sekitar US$ 1,4 miliar, mungkin Anda berniat memborong apa saja yang ada di depan mata ketika belanja.

Tapi hal ini tidak terjadi pada pengusaha minyak, Boone Pickens. Dia masih membawa daftar belanja yang rinci dan hanya membawa uang sekadarnya, cuma untuk membeli apa-apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Rumah, sudah. Dana tunai, sudah. Lantas, bagaimana dengan pakaian? Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sering memakai kaos yang sama, tepatnya kaos abu-abu, untuk pergi ke kantor atau ke mana saja. Ini mengikuti kebiasaan seniornya, mendiang Steve Jobs, yang sering memakai kaos berwarna hitam di mana saja.

Demikianlah, kaya tidaklah identik dengan foya-foya, berlebih-lebihan, bermegah-megahan, membeli sesukanya, dan mubazir. Sebaliknya, kekayaan itu ter-manifestasi pada tingginya prestasi dan besarnya manfaat. Itu yang sarankan

Salam Bahagia
TM In4link